![]()
KUTAI TIMUR – Ribuan warga Sangatta tumpah ruah memadati Lapangan Upacara Kantor Bupati Kutai Timur Kawasan Bukit Pelangi Kecamatan Sangatta Utara yang menjadi lokasi pelaksanaan sholat Istisqa’ dan do’a bersama, Rabu (9/9/2026) pagi. Mulai dari pejabat, karyawan perusahaan, guru dan murid sekolah, hingga masyarakat umum tampak hadir mengikuti rangkaian sholat istisqa’ dan do’a bersama. Sejak pukul 06.30 WITA, warga datang berbondong-bondong ke lokasi sholat Istisqa’. Sementara sholat yang dijadwal dimulai pada pukul 07.00 WITA, terpaksa diundur hingga pukul 08.00 WITA karena melihat tingginya antusias warga yang datang untuk mengikuti pelaksanaan sholat Istisqa’ berjama’ah.
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi yang dalam sambutannya mengawali rangkaian kegiatan sholat istisqa’ berjama’ah, mengajak seluruh masyarakat Kutai Timur untuk bersama bermunajat kepada Allah Ta’ala, agar Allah memberikan rahmat dan kasih sayangNya dengan menurunkan hujan secara merata di seluruh wilayah di Kabupaten Kutai Timur.
”Meski sebelumnya kita sudah pernah melaksanakan sholat Istisqa’ di tempat yang sama dan ini menjadi sholat istisqa’ berjamaah yang kedua kalinya. Mengapa kita kembali melakukan sholat istisqa’ berjamaah padahal beberapa hari yang lalu sudah ada tanda-tanda hujan, ada hujan gerimis di beberapa tempat di kota Sangatta. Namun masih perlu melakukan sholat istisqa’ untuk meminta kepada Allah diturunkannya hujan di Kutai Timur. Karena jika melihat siklus kemarau yang telah terjadi di daerah kita dalam beberapa tahun terakhir, ini (kemarau, red) belum ada apa-apanya. Bisa jadi hujan yang terjadi beberapa hari yang lalu sebagai pertanda akhir dari musim hujan yang segera berlalu dan memasuki musim kemarau panjang,” ucap Mahyunadi.
Lanjutnya, pada musim kemarau di tahun 2007 dan 2015, Pemerintah Kutai Timur tidak menginisiasi untuk melaksanakan sholat istisqa’ berjamaah, sehingga Allah berikan musim kemarau yang cukup panjang. Namun pada tahun ini, pemerintah Kutim tidak ingin hal tersebut kembali terulang, sehingga pemerintah menginisiasi pelaksanaan sholat istisqa’ berjamaah.
”Jika kita sudah melaksanakan sholat istisqa’ dan belum juga Allah turunkan hujan, maka kita akan kembali melaksanakan sholat istisqa’ berjamaah, hingga Allah benar-benar mencurahkan hujan secara merata di seluruh wilayah Kutai Timur. Maka pada pagi hari ini, kita berkumpul bukan semata-mata untuk melaksanakan sholat istisqa’ tetapi juga untuk menunjukkan kerendahan hati kita kepada Allah Subhanahu Wa Taa’la, karena kita menyadari bahwa manusia boleh memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi, namun manusia tidak punya kuasa untuk memerintah satu tetespun hujan turun dari langit, kecuali atas kehendak dan rahmat dari Allah Ta’ala sendiri. Hal ini mengingatkan kita bahwa manusia adalah benar-benar mahluk yang lemah di hadapan Allah,” terang Mahyunadi.
Mahyunadi juga mengajak jama’ah yang hadir dan seluruh masyarakat Kutai Timur beristighfar, untuk memohon ampunan kepada Allah atas seluruh dosa dan kekhilafan yang telah dilakukan selama hidup. Karena menuturnya bisa jadi kemarau yang terjadi saat ini dan tidak diturunkannya hujan akibat dosa-dosa manusia, yang menyebabkan terhalangnya do’a-do’a menembus langit dan diijabah oleh Allah Taa’la.
”Mari kita memohon ampun kepada Allah atas semua dosa yang pernah kita lakukan, kita bertaubat sebenar-benarnya agar Allah Ta’ala mengijabah segala do’a-do’a kita dan segera diturunkannya hujan di bumi Kutai Timur ini. Saya juga mewakili pemerintah memohon ampun kepada Allah dan memohon maaf kepada seluruh masyarakat Kutai Timur, jika dalam menjalankan roda pemerintahan ada kesalahan dan kekhilafan. Semoga kami menjadi pemimpin yang amanah,” pungkasnya.
Sholat istisqa’ berjama’ah kemudian dipimpin ustadz Jamaluddin Salman, yang sebelumnya disampaikan kaifiyat atau tata cara sholat istisqa’ kepada seluruh jama’ah yang hadir. Pelaksanaan sholat istisqa’ tidak berbeda dengan sholat hari raya, yakni dilaksanakn sebanyak dua rakaat, dengan rakaat pertama sebanyak 7 kali takbir dan pada rakaat kedua sebanyak 5 kali takbir, serta usai sholat dilanjutkan dengan mendengarkan khutbah.(Adv/*/SK)









