![]()
KUTAI TIMUR — Pemerintah Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, terus mendorong pengembangan potensi wisata di wilayahnya. Namun, keterbatasan infrastruktur masih menjadi salah satu kendala utama untuk mengoptimalkan potensi tersebut.
Kepala Desa Sangkima, Muhammad Alwi mengatakan jika desanya memiliki sejumlah potensi wisata, di antaranya wisata mangrove dan Teluk Lombong. Namun pengembangan wisata tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur, terutama akses jalan penghubung antardusun maupun akses menuju wilayah kabupaten.
“Kami di sini lemahnya infrastruktur dari dusun ke dusun, jalan penghubung antara dusun satu dengan dusun yang lain,” kata Alwi saat ditemui di Kantor Kecamatan Sangatta Selatan, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, hingga saat ini Desa Sangkima belum memiliki akses jalan langsung dari desa menuju pusat kabupaten. Masyarakat masih mengandalkan sejumlah akses yang melintasi wilayah PT Pertamina maupun jalur menuju kawasan wisata.
Untuk mendukung akses wisata, pemerintah desa bahkan telah membangun jalur alternatif melalui kerja sama dengan Balai Taman Nasional Kutai (TNK).
Alwi menyebut, jalur tersebut dapat memangkas jarak menuju Teluk Lombong. Jika menggunakan jalur luar, jarak yang harus ditempuh sekitar 20 kilometer. Sementara melalui jalur alternatif tersebut, jaraknya diperkirakan hanya sekitar 11 hingga 12 kilometer.
“Kalau kita mau lewat jalan luar kurang lebih 20 kilometer. Tapi dengan lewat jalan ini, hitungan kami hanya 11 sampai 12 kilometer sudah sampai ke Teluk Lombong,” jelasnya.
Ia berharap pembangunan infrastruktur dapat terus mendapat perhatian karena akses yang memadai dinilai akan mendukung pengembangan sektor wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa.(Adv/*/SK)







