![]()
KUTAI TIMUR – Kondisi kabut asap di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Timur mulai menunjukkan perkembangan positif seiring turunnya hujan di beberapa kecamatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur, Sulastin, mengatakan kondisi kualitas udara menjadi salah satu bahan evaluasi dalam menentukan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), khususnya bagi anak-anak usia di bawah 12 tahun yang masuk kelompok rentan terhadap dampak asap.
Menurut Sulastin, BPBD berperan dalam koordinasi dan komando penanganan bencana. Sementara penentuan kondisi kesehatan dan kualitas udara menjadi ranah Dinas Kesehatan sebagai salah satu instansi yang terlibat dalam koordinasi.
“Dari hasil evaluasi kemarin, tiga hari ke depan ada beberapa kecamatan yang kurang bagus. Tapi beberapa hari ini kita lihat hampir semua kecamatan kondisi asapnya sudah bagus,” ujar Sulastin, Senin (28/9/2026).
Ia menjelaskan, hasil pemantauan tersebut nantinya dapat menjadi salah satu referensi bagi Dinas Pendidikan dalam menentukan kebijakan pembelajaran, termasuk apakah PJJ masih perlu dilanjutkan atau tidak.
Dalam evaluasi penanganan kabut asap, BPBD juga melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai mitra untuk memberikan informasi mengenai prakiraan cuaca.
Berdasarkan prediksi BMKG yang diterima BPBD, Kutai Timur dalam beberapa hari ke depan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, bahkan hujan deras di sejumlah wilayah.
“Beberapa kecamatan sudah hujan. Ada Sangatta Utara hujan, Sangatta Selatan juga hujan, bahkan ada yang cukup deras,” katanya.
Sulastin berharap hujan terus turun secara merata sehingga membantu proses pemadaman dan pembasahan lahan yang berpotensi terbakar.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan segera hujan sehingga karhutla bisa tertangani semua,” ujarnya.(Adv/*/SK)







