Beranda kutim adv pemkab Sektor Perikanan Kutim Tunjukkan Grafik Kenaikkan Positif, Pemkab Fokus Peningkatan Kesejahteraan Nelayan

Sektor Perikanan Kutim Tunjukkan Grafik Kenaikkan Positif, Pemkab Fokus Peningkatan Kesejahteraan Nelayan

0

Loading

Kutai Timur – Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Timur memastikan jika pertumbuhan sektor kelautan dan perikanan Kutim terus menunjukkan peningkatan positif setiap tahunnya. Bahkan dari sisi produksi, setiap tahunnya terjadi peningkatan grafik positif dan tangguh. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perikanan Kutai Timur, Yuliansyah saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Dikatakan, sektor kelautan dan perikanan Kabupaten Kutai Timur saat ini secara makro menunjukkan grafik yang sangat positif dan tangguh. Dari sisi produksi, tercatat tren pertumbujan yang konsisten sejak tahun 2022 hingga 2024.

”Dari sisi produksi, kita mencatatkan tren pertumbuhan yang konsisten sejak tahun 2022 hingga tahun 2024, di mana produksi kita berhasil menyentuh angka 9.982,10 ton. Memasuki tahun 2025, angka produksi kita tercatat sebesar 9.976,19 ton. Memang terdapat koreksi atau penurunan yang sangat minor pada angka agregat tersebut, yang utamanya dipengaruhi oleh dinamika lingkungan dan iklim pada sektor perikanan budidaya,” ucap Yuliansyah.

Meski demikian, Yuli memastikan adanya resiliensi (ketahanan) pada ekosisten perikanan di Kutai Timur, dengan adanya peningkatan pada sektor perikanan tangkap.

”Kita patut apresiasi, bahwa adanya resiliensi (ketahanan) ekosistem perikanan kita, di mana sektor perikanan tangkap justru mengalami peningkatan,” sebutnya.

Terkait dengan jumlah nelayan dan pembudidaya, Yuli menyebutkan jika trennya juga berbanding lurus dengan geliat ekonomi pesisir. Namun diakuinya, jika fokus Dinas Perikanan saat ini sudah bergeser.

”Kami tidak lagi sekadar mengejar kuantitas atau jumlah pelaku usaha, melainkan fokus pada kualitas dan kapasitas mereka. Saat ini kami sedang melakukan sinkronisasi dan pemadanan data pelaku usaha secara ketat,” ungkap Yuli.

Hal ini bertujuan agar intervensi program pemerintah, pembinaan, maupun penyaluran bantuan bisa benar-benar presisi, tepat sasaran, dan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga nelayan dan pembudidaya di Kutai Timur.

”Kami ingin agar intervensi program pemerintah, pembinaan, maupun penyaluran bantuan bisa benar-benar presisi, tepat sasaran, dan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga nelayan dan pembudidaya di Kutai Timur,” pungkasnya.(Adv/*/SK)