![]()
KUTAI TIMUR – Kejuaraan panahan tradisional Piala Ketua Fespati Kutai Timur (Kutim) Series-4 Tahun 2026 Tingkat Pelajar PAUD/TK, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se-Kabupaten Kutai Timur, secara resmi dibuka, Sabtu (12/9/2026).
Berlokasi di lapangan panahan Fespati Kutim, Jalan Abdul Wahab Syahrani, Kecamatan Sangatta Utara, kejuaraan panahan yang diikuti ratusan peserta dari sejumlah klub panahan tradisional di Kutim ini memperlombakan 5 kelas lomba, yakni jarak 3 meter, 5 meter, 7 meter dan 10 meter, serta kelas hunting atau berburu.
Wakil Ketua II Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Mohammad Anil Rehman yang berkesempatan membuka Kejuaraan panahan tradisional, mengapresiasi langkah yang dilakukan Pengurus Cabang Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) Kutai Timur dalam melakukan pembinaan terhadap klub-klub panahan tradisional di Kutai Timur, melalui lomba-lomba panahan yang dilaksanakan.
Di hadapan undangan dan peserta lomba, Mohammad Anil memastikan jika Kormi Kutai Timur berkomitmen memberikan dukungan kepada pembinaan dan pengembangan olahraga tradisional dan rekreasi masyarakat di Kabupaten Kutai Timur, termasuk panahan tradisional.
“Tentunya kami berterima kasih kepada Fespati Kutim sebagai salah satu Induk Organisasi Olahraga (Inorga) panahan tradisional yang berada di bawah naungan Kormi Kutim, yang terus berkomitmen melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap klub-klub panahan tradisional di wilayah Kutai Timur. Kormi Kutai Timur sebagai induk yang menaungi seluruh Inorga yang ada di Kutim, siap memberikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya pembinaan dan pengembangan olahraga tradisional dan rekreasi masyarakat di Kutim, termasuk panahan tradisional,” ucap Anil.
Sementara itu, Sekretaris Fespati Kutai Timur, Ibnu Djuraid memastikan jika Fespati Kutim terus berkomitmen dalam pembinaan terhadap klub-klub panahan tradisional di Kutai Timur.
Melalui kejuaraan panahan tradisional piala Ketua Fespati Kutim yang saat ini sudah memasuki series ke-4 dan menjadi series penutup pada tahun 2026, direncanakan akan terus berlanjut di tahun depan.
“Melalui kejuaraan internal yang kami kemas dalam kejuaraan panahan piala Ketua Fespati Kutim, ini menjadi ajang evaluasi dan sekaligus seleksi bagi pegiat muda panahan tradisional yang berlatih di masing-masing klub panahan tradisional yang bernaung di bawah binaan Fespati Kutim,” sebut Ibnu.
Dalam pola pembinaan, Fespati Kutim cukup konsen pada pengembangan kemampuan bibit muda pemanah tradisional sejak usia dini, yakni PAUD dan TK (Taman Kanak-kanak). Dengan menjaga pola latihan yang berkesinambungan, diharapkan para pegiat usia muda ini dapat terus konsisten dan mampu mengukir prestasi, baik di tingkat daerah, nasional dan internasional.(Adv/*/SK)










