Beranda politik DPRD Kutim Leny Sebut UMKM Masih Lemah Literasi Keuangan, Sosialisasi Penyertaan Modal Tidak Maksimal

Leny Sebut UMKM Masih Lemah Literasi Keuangan, Sosialisasi Penyertaan Modal Tidak Maksimal

0

Loading

SUARAKUTIM.COM, SANGATTA — Anggota DPRD Kutai Timur, Leny Susilawati Anggraini, mengungkapkan bahwa meskipun UMKM di Kutai Timur menunjukkan perkembangan pesat, masih banyak pelaku usaha yang memiliki kelemahan besar dalam hal literasi keuangan.

“UMKM kita berkembang luar biasa, tapi banyak yang masih buta literasi keuangan,” ujarnya.

Leny menilai banyak UMKM tidak memahami pentingnya pencatatan keuangan, manajemen utang, dan pengelolaan modal.

Minimnya pengetahuan tersebut membuat sejumlah UMKM kesulitan bertahan dalam jangka panjang.

“Kita tidak mau UMKM buka sekarang lalu beberapa bulan kemudian tutup. Mereka harus bisa bertahan,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah perlu lebih serius dalam memberikan pembinaan berkelanjutan.

Ia menyebut program pembinaan harus menekankan pada pentingnya literasi keuangan agar pelaku usaha dapat mengelola modal secara tepat dan efektif.

Leny juga menyoroti minimnya sosialisasi pemerintah terkait penyertaan modal ke Bank BPR yang dilakukan tiap tahun.

Banyak pelaku usaha, katanya, bahkan tidak mengetahui bahwa pemerintah menyediakan modal tersebut.

“Kurangnya sosialisasi membuat UMKM tidak paham bahwa ada penyertaan modal dari pemerintah,” katanya.
Ia menegaskan bahwa utang produktif dapat membantu UMKM berkembang, asalkan diberikan pembekalan awal.

Menurutnya, pemanfaatan modal harus diarahkan agar tidak menambah beban pelaku usaha.

“Utang itu boleh saja, tapi harus produktif. Pembekalan itu wajib,” tambahnya.

Leny berharap pemerintah meningkatkan intensitas sosialisasi dan pendampingan agar UMKM memahami akses modal dan mampu memanfaatkannya secara optimal untuk mengembangkan usaha.(Red-SK/ADV).