Koordinasi dan Tingkatkan Kerjasama Kunci Meningkatkan PAD

0
SANGATTA (28/12-2019) Kepala Bapenda Kutim Musyaffa mengungkapkan dalam pengelolaan kekayaan daerah hingga pengelolaan retrebusi dan pajak. “ Pengelolan dalam penerimaan pajak di Kutim yang dirasa cukup baik berkat peran serta...

10 Ribu Bibit Kakao Bantuan Disbun Kaltim Mengalir ke Kaubun

0
SANGATTA (28/12-2019)             Mendorong peningkatan penghasilan petani di Desa Kadungan Jaya Kecamatan Kaubun, sejumlah petani yang tergabung di  Kelompok Tani (Poktan) Sejahtera belum lama ini mendapatkan bantuan 10 ribu...

Perkebunan Pisang, Dukung KEK Maloy

0
SANGATTA (28/12-2019) Sejumlah program Pemkab  Kutai Timur (Kutim)  yang diarahkan  mendukung pengembangan dan pertumbuhan pada kawasan pusat industri dan pelabuhan Maloy di Kecamatan Kaliorang. Salah satunya, adalah...

Ismu Kembali Mutasi 169 Pejabat Kutim

0
SANGATTA (27/12-2019)             Setelah sepekan melakukan mutasi pejabat, Bupati Ismunandar, Jumat (27/12) menjelang tutup tahun 2019 kembali melakukan mutasi. Pergeseran pejabat yang dilakukan usai shalat Jumat ini melibatkan...

Sabar, Insya Allah Bisa Beribadah di Raudhah

0
SANGATTA (27/12-2019)                 Selain melaksanakan ibadah shalat wajib, sunah dan ibadah lainnya hampir semua jamaah Masjid Nabawi berhasrat untuk bisa beribadah di Raudhah yakni suatu kawasan yang...

Patung Kelulut Diminati Masyarakat

0
SANGATTA (27/12-2019)             Obyek wisata yang punya arti dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, belum lama ini diresmikan Bupati Ismunandar. Camat Sangatta Selatan Hasdiah menyebutkan icon baru yang berada di...

Pemanah Kutim Berhasil Bidik Juara Umum di Kerjunas Panahan

0
SANGATTA (27/12-2019) Detik-detik pergantian tahun terus disambut Pemkab dan masyarakat Kutim dengan mengukir prestasi membanggakan. Salah satu prestasi yang diraih yakni  sukses melaksanakan  Kejurnas Panahan Kaltim Series IV dan berada di rangking pertama. Kutim di agenda rutin Perpani Kaltim yang diikuti  553 peserta, kata  Ketua Perpani Kutim Bennie Hermawan,  berhasil mengumpulkan 37 keping medali. “Atlet putri Kutim Izzanur dari Klub MAS Archery Sangatta menjadi salah satu yang terbaik menyumbangkan 7 medali emas disusul Albar 3 emas, Audry 1 emas, dan Mix Team yang terdiri Syamsyuddin dan  Siti meraih 1 emas. Selanjutnya disusul raihan 14 perak, dan 11 perunggu,” jelasnya. Bennie menambahkan klub panahan Kutim bersaing ketat dalam pungumpulan medali. Diakuinya, atliut Kutim bersaing ketat  dengan Kojaa Archery Club dari Tenggarong yang berhasil merebut  12 emas, 6 perak, dan 7 perunggu kemudian  MAS Archery Samarinda dengan 12 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Ia  bersyukur keberhasilan  atlet  Kutim, memotivasi pengurus Perpani untuk melakukan pembinaan terarah lagi. “Ini melahirkan bibit-bibit muda dalam pembinaan panahan. Kedepan atlet Kutim ini terus dilatih dalam pemusatan latihan untuk menghadapi event-event panahan selanjutnya,” tutupnya.  Kejurnas yang digelar di Sangatta, diikuti 38 klub panahan iyakni dari Kaltim, Kaltara, dan Sulawesi. Tidak hanya itu ada juga kelas pemula yang diikuti 130 peserta atlet pemula. Total hadiah Rp 150 Juta yang diraih seluruh pemenang dengan mempertandingkan 12 nomor kelas.(SK3)

Subuh-Subuh Ke Masjid, Meski Dingin Menusuk Tulang

0
SANGATTA (26/12-2019)                 Cuaca dingin yang melanda Kota Madinah, sama sekali tak membuat jamaah Masjid Nabawi untuk menunda ibadahya di masjid tempat Rasulullah SAW dimakamkan. Puluhan pintu...

Ismu : Kutara Berproses di DPR-RI, Pemkab Langsung Sediakan Rp300 M

0
SANGATTA (26/12-2019) Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kutai Utara (Kutara) menjadi perhatian  Pemkab Kutim, meski saat ini sedang berproses pembentukan Kabupaten Sangsaka.  Bupati  Ismunandar menyatakan Pemkab Kutim tetap mendukung  pembentukan Kabupaten Kutara yang membawahi  kecamatan  Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat, Busang, Batu Ampar, Telen, Muara Wahau dan Kongbeng. “Saat ini ada lagi usulan membentuk DOB Sangsaka,  namun Pemkab Kutim dalam hal ini lebih mendahulukan DOB Kutara. Sebab usulannya sudah lebih dulu masuk ke Pemerintah Pusat. Dijelaskan Ismu,  Pemkab Kutim  berusaha Kutim  bisa dimekarkan dan secepatnya terbentuk Kabupaten Kutara.  “Pembentukan Kutara, karenanya jika sudah benare-benar berproses di DPR-RI, Pemkab segera menganggarkan sebesar Rp 300 Miliar agar Kutara segera lahir,” sebut Ismu seraya menyebutkan pernyataan tertulis terkait alokasi anggaran ini sudah diterbitkan SK Bupati. Ismu menambahkan ia  berkoordinasi bersama DPD-RI, agar Kutara berhasil disetujui menjadi salah satu DOB di Kaltim. “Ini salah satu komitmen kami ke DPD-RI untuk membangun Kutara, namun hingga detik ini sudah direspon baik oleh Pemerintah Pusat,” jelasnya. Soal aspirasi masyarakat pesisir untuk membentuk DOB Sangsaka, ia mempersilahkan untuk dibentuk terlebih prosesnya sudah lama digelar DPRD Kutim. Meski demikian, Ismu berhara kajian akademis dan pihak lain diperlukan sehingga persyaratan bisa dipenuhi.  Putra kelahitran Sangkulirang ini berharap Pemerintah Pusat dapat mewujudkan mimpi masyarakat pedalaman dan pesisir Kutim untuk membentuk Kabupaten sendiri, baik DOB Kutara ataupun DOB Sangkulirang.  “Kehadiran DOB baru atau terbentuk tentunya pelayanan yang selama ini berjalan kurang maksimal dikarenakan rentang kendalinya yang jauh akan  lebih maksimal yang akhirnya bermuara kepada membaiknya pelayanan publik dan meningkatnya kesejahteraan rakyat,” beber Ismu.(SK2)

Kasmidi : Ayo Sukseskan SP 2020

0
SANGATTA (26/12-2019)   Pemkab Kutim mendukung Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanaan Sensus Penduduk (SP) 2020. Menurut  Wakil Bupati Kasmidi Bulang menyebutkan salah  satu data penting yang dibutuhkan negara yakni data penduduk, karena terkait dengan  berbagai kebijakan dan program. Diakuinya, SP bisa  memetakan potensi penduduk suatu wilayah. “SP bagi  Pemkab Kutim penting terutama  dalam menyusun dan mengambil kebijakan yang tepat untuk masyarakat Kutim. Hasil SP ini tentu bukan hanya mengukur kuantitas, tapi juga akibat dari jumlah itu. Berapa banyak pangan yang akan dibutuhkan, rumah dan pendidikan,” jelas Kasmidi. Agar SP 2020 sukses, Kasmidi minta Kepala  OPD  mendukung BPS dalam tahap sosialisasi pada Februari hingga Maret 2020. ”Input datanya akan menggunakan metode kombinasi antara tradisional dan berbasis registrasi. Jadi metode kombinasi ini menggunakan data registrasi yang relevan dengan sensus, kemudian dilengkapi dengan hasil survei. Ayo berikan data yang akurat,” ajak Kasmidi. Kepala BPS Kutim, Akhmad Junaidi terpisah menerangkan sosialisi SP 2020 diharapkan mendapat dukungan OPD dalam mewujudkan Satu Data Kependudukan Indonesia (SDKI). Kesimpangsiuran data dari berbagai lembaga dan instansi pemerintah baik pusat dan daerah menjadi salah satu penyebab tidak optimalnya pelaksanaan serta pengambilan kebijakan pemerintah. “SP 2020 nantinya akan menmggambarkan  bagaimana menyiapkan data jumlah, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk Indonesia menuju SDKI secara ‘de facto’ (berdasarkan fakta) dan ‘de jure’ (berdasarkan hukum). Kemudian hasil tersebut sebagai indikator demografi dan proyeksi penduduk seperti tingkat fertilitas, mortalitas dan migrasi,” jelas Junaidi. Disebutkan, awal  Februari hingga Maret, BPS akan melaksanakan “roadshow” ke  OPD untuk sosialisasi. SP 2020 menjadi sensus kependudukan pertama yang memanfaatkan data registrasi penduduk dari Ditjen Dukcapil Kemendagri. Data yang dikumpulkan melingkupi 22 pertanyaan yang terbagi dalam empat variable yakni  individu, pekerjaan, pendidikan dan perumahan.(SK5)