![]()
SUARAKUTIM.COM, SANGATTA —Anggota DPRD Kutai Timur yang membidangi Ekonomi dan Keuangan, Yusri Yusuf, menyoroti ancaman penurunan pendapatan daerah akibat potensi pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam menggali pendapatan asli daerah serta memperkuat sektor ekonomi produktif.
Dalam pernyataannya, Yusri menekankan pentingnya langkah antisipatif agar pemerintah daerah tidak terlalu bergantung pada dana transfer pusat.
“Pemerintah daerah harus memiliki kreativitas dan solusi dalam menghadapi kemungkinan penurunan pendapatan,” ujarnya.
Menurutnya, ketergantungan pada DBH akan membuat daerah tidak mandiri secara fiskal dan rentan terhadap perubahan kebijakan nasional.
Ia menambahkan bahwa strategi penguatan ekonomi harus difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi seperti pertanian, UMKM, ekonomi kreatif, dan perikanan.
“Daerah harus memiliki solusi konkret untuk mengatasi kekurangan anggaran jika pemotongan DBH benar-benar terjadi,” tegasnya.
Yusri menilai bahwa kolaborasi pemerintah dengan pelaku usaha dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas SDM serta akses modal bagi pelaku usaha lokal agar mampu berkontribusi lebih besar terhadap ekonomi daerah.
“Kreativitas pemerintah dan dukungan masyarakat akan menjadi kunci dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Yusri optimistis Kutai Timur dapat menghadapi tantangan fiskal ke depan apabila pemerintah dan masyarakat bersinergi dalam mengambil langkah strategis yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.(Red-SK/ADV).







