
![]()
Matahari belum naik terlalu tinggi, saat derap kaki rombongan orang yang terdiri dari belasan mahasiswa serta tim pendamping menjelajahi kawasan rimbun Hutan Lindung Bontang yang juga masuk dalam wilayah Desa Suka Rahmat Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Rabu (29/7/2026) pagi. Kedatangan rombongan mahasiswa dan tim pendamping ini tidak lain untuk melihat secara langsung Agrowisata Family Kebun Kopi Goa Cullang yang dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Agrowisata Goa Taman Buah Mandiri (ATBM) Kecamatan Teluk Pandan.
Setibanya di kawasan Agrowisata Family Kebun Kopi Goa Cullang, rombongan disuguhkan dengan keanekaragaman flora, baik itu tanaman endemik maupun tanaman perkebunan yang terdiri dari 15 jenis tanaman, tumbuh subur di atas lahan seluas 100 hektar. Mulai dari jenis tanaman endemik berupa Ulin dan Meranti, tanaman buah seperti durian, rambutan, kemiri dan jeruk nipis yang menjadi salah satu unggulan. Serta tidak ketinggalan tanaman kopi varietas Liberika (Liberia dan Afrika Barat) sebanyak 14.000 pohon yang terhampar di lahan seluas 35 hektar.
Ketua Kelompok Tani Agrowisata Goa Taman Buah Mandiri (ATBM), Ruslan menuturkan jika dalam pengelolaan kawasan Agrowisata tersebut, dirinya dibantu 39 anggota. Merintis sejak tahun 2000, kelompok tani ini baru bisa teregister secara resmi pada tahun 2008, atau delapan tahun kemudian. Berada di kawasan hutan lindung Bontang dan telah mengantongi izin pengelolaan Perhutanan Sosial dengan Skema Hutan Kemasyarakatan, dengan Legalitas Kelembagaan KTH Agrowisata Goa Taman Buah Mandiri pada Tahun 2023 Nomor SK.5224MENLHK/PSKL/PSL.0/5/2023 melalui Fasilitasi UPTD KPHP Santan, kawasan Agrowisata Family Kebun Kopi Goa Cullang sudah berubah menjadi kawasan Ekowisata yang memiliki potensi wisata kebun kopi, wisata goa, wisata air terjun, hingga wisata bumi perkemahan.
”Tidak hanya menjadi kawasan Ekowisata, kami juga memiliki potensi wisata kebun kopi, wisata goa, wisata air terjun, dan wisata bumi perkemahan. Kami juga sudah secara resmi mengantongi perizinan pengelolaan wilayah perhutanan sosial dengan skema hutan kemasyarakatan,” ucap Ruslan.
Untuk perkebunan kopi, saat ini Ruslan dan anggotanya tidak hanya sekedar merawat kebun dan memanen buah kopi segar. Dengan pendampingan dan bimbingan yang dilakukan bersama penyuluh pertanian Rusdiana, S.ST dan Penyuluh Kehutanan Ir. Endang Mustinah, S.Hut, M.Hut yang dilakukan secara intens untuk pengembangan usaha Perhutanan Sosial (PS) yang mengedepankan prinsip Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera. Kini Ruslan sudah mulai merambah pada hilirasi perkebunan kopi, berupa bubuk kopi original, biji kopi panggang, hingga parfum kopi kilo.
”Alhamdulillah, kini kami tidak hanya sekedar memanen buah kopi segar yang sudah masak di pohon, tetapi kegiatan kelompok tani kami juga sudah merambah kepada hilirasi perkebunan kopi, yakni penggilingan biji kopi kering menjadi bubuk kopi original, biji kopi panggang, serta pembuatan parfum kopi. Kami sangat terbantu atas pendampingan secara intens yang dilakukan oleh petugas penyuluh pertanian dan penyuluh kehutanan yang ada,” sebut Ruslan.
Sementara itu, Rina Wahyu Cahyani, S.Si., M.Hut mewakili tim dari Balai Perhutanan Sosial Kutai Kartanegara yang merupakan salah satu UPT (Unit Pelaksana Teknis) Kementerian Kehutanan, menyampaikan bahwa salah satu tupoksi instansinya adalah memfasilitasi pengembangan usaha perhutanan sosial melalui kegiatan pendampingan PS.
”Benar bahwa salah satu tupoksi instansi kami adalah memfasilitasi pengembangan usaha perhutanan sosial melalui kegiatan pendampingan perhutanan sosial (PS). Kemi juga membantu memfasilitasi pengadaan alat ekonomi produktif (AEP) dan pelatihan untuk pengembangan usaha dari Kelompok Usaha perhutanan sosial,” jelas Rina.
Tidak ketinggalan, Zakhia Amalia Nur Raya yang mengetuai rombongan mahasiswa KKN-PKL Tematik Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis (FKLT) Universitas Mulawarman beserta rombongan KKN Kolaborasi 52 Universitas Mulawarman yang di Ketuai oleh Yusuf Abdul Aziz, berkesempatan melaksanakan program kerja (Proker) dengan tema Perhutanan Sosial, yang menggali potensi perkebunan kopi yang kini tengah dikembangkan dalam program perhutanan sosial KTH ATBM.
”Bersyukur kami dari rombongan mahasiswa bisa ikut hadir sekaligus berkesempatan melaksanakan proker kami bertemakan perhutanan sosial, mencoba menggali potensi perkebunan kopi yang kini tengah dikembangkan dalam program perhutanan sosial oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Agrowisata Goa Taman Buah Mandiri (ATBM) di Desa Suka Rahmat Kecamatan Teluk Pandan ini. Banyak hal yang bisa kami pelajari, mendapatkan ilmu sembari menyeruput seduhan kopi langsung dari kebunnya,” ucap Zakhia dan Yusuf.(Red-SK/*)








