Beranda kutim adv pemkab Puluhan Pekebun Sawit Kutim Ikuti Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan

Puluhan Pekebun Sawit Kutim Ikuti Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan

0

Loading

SAMARINDA – Kelapa sawit merupakan industri di bidang pertanian dikarenakan kelapa sawit merupakan bahan baku penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar. Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia dimana persebaran perkebunan kelapa sawit mencakup mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia berlangsung cepat dalam dua dekade terakhir dan menjadikan tanaman ini sebagai komoditas unggulan di masa yang akan datang, terutama jika dilihat dari luas areal dan volume ekspor Crude Palm Oil (CPO) serta banyaknya pemangku kepentingan yang terlibat dalam sistem industri kelapa sawit.

Kalimantan Timur merupakan provinsi sentra sawit terbesar keenam di Indonesia setelah Riau, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan. Luas perkebunan sawit di Provinsi Kalimantan Timur mencapai 1,44 juta hektare pada tahun 2023. Kalimantan Timur juga memproduksi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) mencapai 3,9 juta ton per tahun.

Industri kelapa sawit di Kalimantan Timur bisa menjadi sumber penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Industri kelapa sawit Kalimantan Timur juga terbukti berhasil membangun ekonomi wilayah tersebut sekaligus menyejahterakan Masyarakat.

Kondisi ini menunjukan perkebunan sawit rakyat di Kalimantan Timur bisa berdampak pada pembangunan wilayah pedesaan dan menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Daerah yang sebelumnya terbelakang (hinterland) telah berkembangkan menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Selain mengubah kawasaan pedesaan menjadi wilayah agropolitan, kontribusi industri kelapa sawit juga sebagai penghasil devisa, mempercepat pembangunan daerah, menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pedesaan, meningkatkan pendapatan petani, menciptakan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan, hingga melestarikan lingkungan hidup.

Karenanya sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, daya saing, kemampuan teknis, manajerial dan/atau kewirausahaan dalam usaha perkebunan kelapa sawit bagi sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit, baik itu pekebun, keluarga pekebun, serta sumber daya manusia lainnya yang berkaitan dengan perkelapasawitan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Bogor, melaksanakan Program Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun sebagai bagian dari upaya pengembangan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia perkebunan.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak tanggal 14-19 September 2026 di Hotel Swiss-Belhotel Borneo, Samarinda ini melibatkan sebanyak 41 peserta yang merupakan pekebun dan atau keluarga pekebun yang berasal dari Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

”Pelatihan ini difokuskan pada penguatan kapasitas pekebun dalam membangun, mengembangkan, dan mengelola kelembagaan pekebun yang efektif sebagai sarana kerja sama, pembelajaran, serta pengembangan usaha perkebunan yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ujar Sekretaris Dinas Pekebunan (Disbun) Kutai Timur, A. Gani Sukkara, didampingi Kabid Penyuluhan Disbun Kutim, M. Yusufsyah, Senin (14/9/2026).

Ditambahkan Yusufsyah, selain Disbun Kutim bertindak sebagai narasumber, kegiatan Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan I Tahun 2026 ini juga menghadirkan dua orang pemateri penting dari di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Ketenagakerjaan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yakni Renata Dayang Naguratta Damanik dan Dr. Triane Widya Angriani. Pembukaan kegiatan ini juga turut dihadiri Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim, Andi Siddik.

”Melalui pelatihan ini diharapkan terbentuk semangat kebersamaan, kepemimpinan kolektif, dan budaya gotong royong yang mampu mendukung pengembangan usaha perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan,” pungkas Yusuf.

Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun ini diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan komitmen pekebun dalam membangun kerja sama yang harmonis dan produktif melalui kelompok tani, gabungan kelompok tani, koperasi, maupun kelembagaan ekonomi pekebun lainnya.(Adv/*/SK)