Beranda kutim adv pemkab Kecamatan Sangatta Selatan Data Ulang UMKM, Madu Kelulut hingga Amplang Jadi Potensi...

Kecamatan Sangatta Selatan Data Ulang UMKM, Madu Kelulut hingga Amplang Jadi Potensi Unggulan

0

Loading

Kutai Timur – Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan mulai melakukan pendataan ulang terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mendapatkan gambaran terbaru mengenai usaha yang masih aktif maupun yang sudah tidak lagi beroperasi.

Camat Sangatta Selatan, Dewi Dohi, mengatakan wilayahnya memiliki potensi UMKM yang cukup besar dengan beragam produk lokal yang telah berkembang di tengah masyarakat.

“Potensi UMKM Sangatta Selatan ini luar biasa. Banyak sekali,” ujar Dewi saat diwawancarai di Kantor Kecamatan Sangatta Selatan, Rabu (23/9/2026).

Beberapa produk yang dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan antara lain madu kelulut, amplang, berbagai produk olahan kacang hingga sambal pecel yang diproduksi pelaku usaha lokal.

Meski demikian, Dewi mengakui pemerintah kecamatan membutuhkan data terbaru agar program pendampingan dan fasilitasi dapat diberikan kepada pelaku usaha yang benar-benar masih aktif.

Karena itu, pihak kecamatan telah menugaskan jajaran untuk turun melakukan pendataan kembali terhadap UMKM di desa-desa.

“Saat ini masih proses pendataan kembali. Kita ingin mengetahui mana UMKM yang konsisten berjalan dan mana yang memang sudah selesai atau tidak beroperasi lagi,” jelasnya.

Menurut Dewi, validitas data menjadi penting karena akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah pemberdayaan berikutnya.

Setelah proses pendataan selesai, pemerintah kecamatan dapat memetakan kebutuhan masing-masing pelaku UMKM, mulai dari pengembangan produk, pemasaran hingga fasilitasi program yang tersedia di tingkat kabupaten.

Selain UMKM, Kecamatan Sangatta Selatan juga berupaya mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, termasuk pemanfaatan pekarangan dan pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat.

Pemerintah kecamatan, kata Dewi, mengambil posisi sebagai fasilitator agar program-program dari pemerintah kabupaten dapat diterapkan sesuai kondisi masyarakat di Sangatta Selatan.

Potensi ekonomi tersebut dinilai semakin penting karena Sangatta Selatan memiliki wilayah desa dengan karakter yang beragam, mulai dari kawasan permukiman, pertanian hingga wilayah pesisir.

Apabila pengembangan produk lokal dilakukan secara konsisten, Dewi berharap UMKM dapat menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga sekaligus menciptakan peluang kerja di tingkat desa.

“Setelah datanya benar-benar jelas, baru kita lebih mudah menentukan bentuk fasilitasi yang dibutuhkan UMKM kita,” ujarnya.(Adv/*/SK)