![]()
KUTAI TIMUR – Kepala Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Sulastin mengapresiasi dukungan dan kinerja personil Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 879/Rangkok Cakti (YONIF TP 879/RC), dalam upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kutim. Hal ini dungkapkan Sulastin kepada wartawan di Kantor Bupati Kutai Timur, Rabu (9/9/2026).
Kepada wartawan, Sulastin memastikan jika dukungan yang diberikan 30 personil Yonif TP 879/RC, adalah hingga tuntas dan selesainya kasus Karhutla di wilayah Kutai Timur.
”Yonif (dukungan, red), sampai selesai ya penanganan kasus Karhutla di Kutim. Mereka di-standby-kan di kantor BPBD Kutim,” ucap Sulastin.
Sulastin mengapresiasi kinerja personil Yonif TP 879/RC yang selalu bersiaga 24 jam, tidak hanya menunggu masuknya laporan tim lapangan, namun personil Yonif rutin melakukan patroli untuk mencegah terjadinya Karhutla.
”Jadi ada 30 orang personil Yonif, dan mereka bersiaga 24 jam dan sering melakukan patroli untuk melakukan pemeriksaan potensi titik api atau hotspot, jadi melakukan pencegahan. Luar biasa, menjadikan penanganan yang cukup bagus dan cepat, jadi kita pertahankan itu untuk saling berkolaborasi,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Sulastin juga mengapresiasi perran awak media atau wartawan yang bertugas di Kutai Timur, yang selalu konsisten memberitakan perkembangan Karhutla di wilayah Kutai Timur.
”Termasuk rekan-rekan media ini, wartawan, yang selalu memberitakan perkembangan kasus Karhutla di Kutim, agar masyarakat tahu perkembangan dan penanganannya, serta ikut membantu tim Karhutla dalam pencegahan dan penanganan Karhutla,” sebutnya.
Sebagaimana diketahui, kehadiran dan dukungan personil Yonif TP 879/RC yang bergabung bersama tim Karhutla BPBD Kutim, menjadi sinergi dan kolaborasi yang luar biasa dalam upaya penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kutai Timur. Tidak hanya memberikan dukungan personil, namun Yonif TP 879/RC juga mensupport transportasi dan peralatan penanganan Karhutla.
Dikatakan Sulatin, meski adanya dukungan dari TNI dan Polri, namun tentu upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kutai Timur ini tidak bisa maksimal dilaksanakan jika tidak ada dukungan penuh dari masyarakat Kutim sendiri, dalam mencegah upaya dan aktivitas yang bisa menjadi pemicu kebakaran hutan dan lahan.
”Tentu yang sangat utama, kami meminta dukungan dari seluruh masyarakat Kutai Timur atas kesadaran dan partisipasinya untuk mencegah aktivitas yang bisa memicu terjadinya kebakaran hutan maupun lahan. Misal jangan membakar lahan atau ladang karena ingin membuka lahan pertanian atau perkebunan. Jika membakar sampah, tolong ditunggu hingga api benar-benar padam, jangan sampai api membakar rumput atau semak sekitar dan akhirnya membesar menjadi kebakaran lahan. Jadi lebih utama dukungan dan kesadaran masyarakat yang berperan aktif melakukan pencegahan Karhutla,” pungkasnya.(Adv/*/SK)







