Beranda ekonomi Apel Gabungan Karhutla, PT SKP dan CNL Komitmen Perkuat Sinergi di Sangkulirang

Apel Gabungan Karhutla, PT SKP dan CNL Komitmen Perkuat Sinergi di Sangkulirang

0

Loading

SANGKULIRANG – PT Sumber Kharisma Persada (SKP) dan PT Cipta Narada Lestari (CNL), anak usaha PT Astra Agro Lestari (AAL), memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Apel Gabungan Kesiapsiagaan Karhutla di Lapangan Rajawali, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dan kolaborasi multipihak dalam pencegahan serta penanggulangan karhutla. Apel melibatkan unsur pemerintah, TNI-Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta perusahaan perkebunan.

Camat Sangkulirang, Cipto Buntoro, mengatakan apel tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen di wilayah Kecamatan Sangkulirang.

“Kami menyambut baik sinergi aktif antara perusahaan, TNI-Polri, dan relawan masyarakat. Dengan koordinasi yang solid dan tanggap sejak dini, kita dapat mencegah potensi kebakaran lahan serta menjaga kawasan Sangkulirang tetap aman dan kondusif,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Sangkulirang IPTU Erik Subastian menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan komitmen bersama dan tidak dapat dilakukan secara parsial.

“Melalui konsolidasi personel, kami siap mengawal penegakan aturan serta patroli pencegahan di titik-titik rawan. Kami juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan Danramil Sangkulirang Muhammad Jabal. Ia menyatakan TNI siap mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui sinergi seluruh elemen, termasuk TNI-Polri, perusahaan perkebunan, pemerintah, dan masyarakat.

Administratur PT SKP dan CNL, Ricky Oktavianus, mengatakan perusahaan berkomitmen menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui upaya mitigasi dan penanggulangan risiko karhutla.

“Melalui kegiatan Apel Siaga Karhutla ini, kami meyakini bahwa langkah pencegahan dini serta tindakan cepat tanggap darurat yang terkoordinasi dengan baik adalah kunci utama dalam menjaga wilayah kita tetap bebas dari asap dan bahaya karhutla,” ujarnya.

Menurut Ricky, kolaborasi multipihak menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana. Selain memperkuat koordinasi, kegiatan tersebut juga memastikan kesiapan personel, armada pemadam, serta sarana dan prasarana yang dimiliki masing-masing unsur.

Apel gabungan tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai komando dan jalur komunikasi antarpihak, khususnya antara Koramil, Polsek, MPA, pemerintah desa, dan perusahaan saat menghadapi potensi bencana karhutla.

Selain meningkatkan kesiapan personel dan peralatan, kolaborasi tersebut ditujukan untuk mempercepat respons terhadap titik api, meminimalkan kerugian ekonomi masyarakat, mencegah kerusakan lingkungan, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat di wilayah Sangkulirang.(Red-SK/*)