![]()
KUTAI TIMUR – Pembinaan olahraga panjat tebing di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan hasil positif. Keberhasilan salah satu atlet daerah menembus seleksi nasional (seleknas) menjadi sinyal bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini berada di jalur yang tepat.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah. Terlebih, atlet Kutim tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga sebelumnya telah mengikuti ajang World Climbing di China.
Hal itu disampaikan Basuki saat diwawancarai awak media di Lapangan Panjat Tebing Bukit Pelangi, Sabtu (10/10/2026) sore.
Menurutnya, keberhasilan atlet menembus seleknas merupakan salah satu indikator bahwa pembinaan yang berjalan mulai memperlihatkan hasil. Dukungan fasilitas olahraga yang memadai juga menjadi faktor penting dalam menunjang perkembangan kemampuan atlet.
“Artinya apa? Pembinaan kita betul berjalan. Kita punya fasilitas sarana yang bagus dan itu sudah dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi pemicu bagi atlet-atlet panjat tebing Kutim lainnya untuk meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi. Ia menegaskan, jumlah atlet yang mampu menembus seleksi nasional harus terus bertambah pada masa mendatang.
Bagi Basuki, keberhasilan atlet Kutim tersebut patut diapresiasi karena menjadi representasi daerah dalam persaingan menuju level nasional. Ia bahkan menyebut Kutim menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Timur yang atletnya berhasil lolos seleknas dalam konteks yang dibahas saat wawancara.
“Bayangkan, Kaltim cuma Kutai Timur yang lulus seleknas. Bangga, kan?” kata Basuki.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mendukung kemajuan olahraga, termasuk melalui penyediaan sarana dan prasarana yang layak. Keberadaan fasilitas panjat tebing yang memadai di Bukit Pelangi diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk latihan dan pembinaan atlet.
Selain mendorong prestasi atlet yang sudah ada, Dispora Kutim juga memberi perhatian pada regenerasi. Keterlibatan anak-anak dalam latihan panjat tebing menjadi bagian penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan dalam jangka panjang.
Basuki berharap, dengan latihan yang konsisten, dukungan fasilitas, serta pembinaan berkelanjutan, semakin banyak atlet panjat tebing Kutim yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Harus,” tegasnya saat ditanya mengenai harapan agar lebih banyak atlet Kutim menembus seleknas.
Capaian tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi Kutim untuk memperkuat pembinaan panjat tebing sekaligus mewujudkan ambisi daerah menjadi salah satu sentra olahraga panjat tebing di Kalimantan Timur.(Adv/*/SK)







