Beranda kutim adv pemkab Buka Seminar Ketahanan Keluarga, Bupati Ardiansyah Sebut Kutim Rawan Kasus KDRT, Kekerasan...

Buka Seminar Ketahanan Keluarga, Bupati Ardiansyah Sebut Kutim Rawan Kasus KDRT, Kekerasan Perempuan dan Anak

0

Loading

SUARAKUTIM.COM, SANGATTA – Bupati Kutai Timur, H. Ardiansyah Sulaiman menyoroti tingginya angka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kutai Timur dalam kurun setahun terakhir. Hal ini menandakan bahwa kasus KDRT, kekerasan terhadap perempuan dan anak masih kerap terjadi di Kutim dan menjadikan Kutai Timur sebagai kabupaten yang rawan kasus KDRT, Kekerasan Perempuan dan Anak. Demikian disampaikan Bupati Ardiansyah Sulaiman dalam sambutannya saat membuka secara resmi Seminar Ketahanan Keluarga yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kutai Timur, Senin (24/11/2025), bertempat di ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Kutai Timur, Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta.

Mengangkat tema Sinergi Ayah Ibu Mewujudkan Pengasuhan Berkualitas untuk Kutai Timur Hebat, seminar ketahanan keluarga ini turut dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kutim Noviari Noor, Pimpinan dan perwakilan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kutim, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kutim, serta pengurus dan anggota TP PKK dan DWP Tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa se-Kutai Timur.

”Hari Jum’at (21/11) kemarin, saya beserta anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutim menggelar rapat rutin bulanan. Kami membahas kejadian yang sangat mengejutkan dan memprihatinkan dan belum lama terjadi di Kutai Timur, yakni kasus tindakan pembakaran oleh suami terhadap istrinya di Kecamatan Sangatta Selatan, yang juga berimbas kepada anaknya. Sang istri setelah menjalani perawatan luka bakar serius kemudian meninggal dunia, sedangkan anaknya hingga saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Dari laporan Bapak Kapolres, Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Kutim, jujur saya sangat merinding mendengarnya, bahwa kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kutai Timur ternyata masih sangat tinggi,” ucap Ardiansyah di hadapan peserta seminar.

Lanjutnya, yang lebih mengejutkan alasan terjadinya tindak kekerasan adalah faktor ekonomi, tetapi bukan masalah kekurangan ekonomi namun ternyata kondisi ekonomi keluarga sudah cukup stabil berkecukupan. Kondisi serupa ternyata juga sudah terjadi hampir di semua lini keluarga, baik itu di lingkungan keluarga ASN (Aparatur Sipil Negara), non ASN, hingga keluarga karyawan perusahaan.

”Tapi ternyata yang menjadi penyebab (kekerasan, red) bukan kekurangan ekonomi, malah kehidupan ekonomi keluarganya bagus dan kondisi ini terjadi di hampir semua lini keluarga, mohon maaf, keluarga ASN, keluarga non ASN, keluarga karyawan perusahaan. Saya tidak segan-segan menyampaikan hari ini karena memang untuk kebaikan kita semua, perselingkuhan, perceraian, kekerasan terhadap anak, bullying, kekerasan seksual terhadap anak bahkan terjadi di keluarganya juga, itu yang ada di sekitar kita dan hampir terjadi di semua kecamatan. Itu data dari Polres Kutim dari korban atau keluarganya yang berani melaporkan, dan ada beberapa kejadian lagi yang tidak berani melaporkan ,” sebut Bupati Ardiansyah.

Mengetuk hati peserta seminar, Ardiansyah coba memberikan pertanyaan besar, apakah kasus kekerasan ini akan terus hadir di tengah-tengah keluarga, lingkungan dan masyarakat Kutai Timur?

”Pertanyaannya apakah hal-hal yang tadi saya sampaikan masih akan terus hadir di tengah keluarga kita, di tetangga kita, di lingkungan masyarakat kita, atau kita ingin hal itu berkurang dan tidak terjadi ? Sudah barang tentu kita ingin semua hal tersebut tidak terjadi,” ucapnya.

Bupati Ardiansyah mengapresiasi kegiatan seminar ketahanan keluarga yang diprakarsai TP PKK Kutai Timur. Dirinya menyebutkan jika tema yang diangkat dalam seminar ini sangat berkaitan dengan pengasuhan berkualitas dan menghadirkan narasumber yang juga luar biasa.

”Semoga dari seminar ketahanan keluarga hari ini yang menghadirkan narasumber yang juga sangat luar biasa, kita semua bisa mengambil pengetahuan dan manfaat di dalamnya,” pesan Bupati Ardiansyah.

Sementara itu, kedua pembicara dalam Seminar Ketahanan Keluarga, Cahyadi Takariawan dan Ida Nur Laila yang keduanya merupakan pasangan suami istri dan founder Wonderful Institute Yogyakarta, membahas secara gamblang terkait pola asuh dalam keluarga. Bagaimana kehadiran dari figur seorang Ayah dan Ibu, yang masing-masing memiliki peran yang sama penting dalam sinergi membangun keharmonisan rumah tangga dan keluarga, dan berimbas pada pola asuh yang berkualitas terhadap anak, serta mengupas tuntas prinsip strong family.(Red-SK/ADV)