![]()
KUTAI TIMUR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong olahraga panjat tebing menjadi salah satu pilihan kegiatan positif bagi anak-anak dan remaja. Tak hanya diarahkan untuk mencetak atlet berprestasi, olahraga ini juga dinilai mampu membentuk kedisiplinan, keberanian, serta kemampuan anak menghadapi tantangan.
Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan panjat tebing memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik. Melalui olahraga tersebut, anak-anak juga dilatih untuk mengatasi rasa takut, mengendalikan diri, dan membangun kebiasaan disiplin.
Hal itu disampaikannya saat ditemui di awak media arena panjat tebing Bukit Pelangi, Sabtu (10/10/2026).
Bagi Basuki, tingginya antusiasme anak-anak mengikuti latihan menjadi modal penting bagi pengembangan olahraga panjat tebing di Kutim. Aktivitas latihan yang berlangsung setiap sore hingga malam menunjukkan bahwa fasilitas yang tersedia mulai dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan generasi muda.
“Bagaimana mereka mengalahkan diri mereka sendiri, bagaimana mereka melatih disiplin dan menyibukkan diri dengan kegiatan olahraga,” ungkapnya.
Dirinya menilai, keterlibatan anak dalam kegiatan olahraga dapat menjadi alternatif aktivitas di tengah kebiasaan bermain Gim. Dengan mengikuti latihan secara rutin, anak-anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan fisik sekaligus belajar menghargai proses dan konsistensi.
Ia juga melihat pembinaan sejak usia dini sebagai langkah penting untuk menjaga keberlanjutan prestasi panjat tebing di Kutim. Anak-anak yang mulai berlatih sekarang diharapkan dapat berkembang menjadi atlet potensial dalam beberapa tahun mendatang.
Maka dari itu , keberadaan fasilitas panjat tebing tidak semata-mata dipandang sebagai sarana pertandingan. Lebih dari itu, arena tersebut diharapkan menjadi tempat bagi generasi muda untuk membangun kebiasaan hidup aktif, memperluas pergaulan positif, dan mengembangkan potensi diri.
Ia menegaskan, pengembangan olahraga panjat tebing perlu berjalan beriringan antara penyediaan sarana, pembinaan berkelanjutan, dan semangat atlet untuk terus berlatih. Dengan antusiasme yang terus terjaga, Kutim memiliki peluang memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini sekaligus menanamkan nilai-nilai positif melalui olahraga.
Upaya tersebut menjadi bagian dari harapan Dispora Kutim agar panjat tebing tidak hanya melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, dan terbiasa mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat.(Adv/*/SK)







