Beranda kutim adv pemkab Gedung BLK Diperluas, Kutim Siapkan Lebih Banyak Tenaga Kerja Terampil

Gedung BLK Diperluas, Kutim Siapkan Lebih Banyak Tenaga Kerja Terampil

0

Loading

KUTAI TIMUR — Penambahan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) di Kutai Timur diarahkan bukan sekadar mempercantik sarana pelatihan. Pemerintah daerah menargetkan perluasan gedung itu mampu membuka ruang lebih besar untuk mencetak tenaga kerja lokal yang sesuai kebutuhan dunia industri.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutai Timur, Sulisman, mengatakan penambahan gedung BLK saat ini masih berada pada tahap awal pembangunan. Proyek tersebut merupakan pekerjaan multiyears yang dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum.

Menurut Sulis, tambahan ruang akan berpengaruh langsung terhadap kapasitas peserta yang dapat mengikuti pelatihan.

“Dengan ada penambahan itu tentunya peserta yang akan kami latih juga akan bertambah nanti untuk volumenya,” ujar Sulisman saat ditemui di Gedung DPRD Bukit Pelangi, (8/10/2026), usai menghadiri Sidang paripurna mendengarkan pidato Bupati Kutai Timur dalam rangka HUT Kutai Timur.

Perluasan kapasitas tersebut dinilai penting seiring kebutuhan tenaga kerja yang semakin beragam. Terlebih, pemerintah daerah mendorong agar tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang mampu memenuhi kebutuhan perusahaan yang berinvestasi di Kutai Timur.

Ia menyebut BLK saat ini memiliki 12 kejuruan. Namun, ketersediaan instruktur masih menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat. Pada sejumlah kejuruan, satu instruktur masih menangani pelatihan.

Karena itu, pihaknya berharap jumlah instruktur dapat ditambah secara bertahap.

“Harapan kami nanti minimal dalam 12 instruktur itu masing-masing ada dua,” ujarnya.

Dengan komposisi instruktur yang lebih ideal, peningkatan kapasitas gedung diharapkan tidak berhenti pada bertambahnya ruang secara fisik. Fasilitas tersebut harus diikuti kemampuan BLK dalam menampung lebih banyak peserta sekaligus menjaga kualitas pelatihan.

Ia juga membuka peluang adanya pengembangan fasilitas dan penambahan bidang keahlian lainnya ke depan. Menurutnya, penguatan sarana menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga kerja lokal menghadapi kebutuhan industri.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperbesar peluang masyarakat Kutai Timur masuk ke dunia kerja dengan bekal keterampilan yang relevan.

Sebab, ketika investasi terus berkembang, kebutuhan tenaga kerja tidak cukup dijawab hanya dengan jumlah pencari kerja. Ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki keahlian sesuai kebutuhan perusahaan menjadi faktor penting agar peluang kerja tersebut dapat diisi masyarakat lokal.

Dengan perluasan BLK dan penguatan instruktur, pemerintah daerah berharap rantai antara pelatihan, kompetensi, dan kebutuhan industri semakin terhubung.

Pembangunan fasilitas pun akhirnya tidak hanya diukur dari berdirinya gedung baru, tetapi dari seberapa banyak tenaga kerja lokal yang mampu keluar dari ruang pelatihan dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan pasar kerja.(Adv/*/SK)