![]()
KUTAI TIMUR – Himpunan Mahasiswa Peternakan (Himapet) Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Kutai Timur berkolaborasi dengan SIGAP (Sinergi Generasi Produktif) Kutim, menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Budidaya Maggot dan Peternakan Ayam Kampung Terpadu. Berlokasi di Jalan Santai Kecamatan Sangatta Selatan, Selasa (22/9/2026), kegiatan ini diikuti puluhan peserta yang berasal dari unsur mahasiswa, anggota PKK dan warga Sangatta Selatan, serta sejumlah kelompok peternak mandiri.
Mewakili panitia pelaksana dari HIMAPET, Rizky menyebutkan inisiasi sosialisasi dan pelatihan budidaya maggot ini lebih kepada keprihatinan terhadap kondisi pengelolaan sampah rumah tangga yang ada di Kabupaten Kutai Timur, khususnya Sangatta yang setiap harinya cukup tinggi.
”Dengan melihat kondisi yang ada saat ini, kami dari Himapet Stiper Kutim kemudian menggandeng Sigap untuk mencarikan solusi agar tidak semua sampah rumah tangga tersebut dibuang ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA) sampah, namun bagaimana caranya agar sampah-sampah organik yang ada bisa dimanfaatkan dan menghasilkan ”Cuan” bagi warga sendiri, yakni melalui budidaya maggot,” ucap Rizky.
Terkait pemilihan lokasi pelatihan, Rizky menyebutkan jika RT 05 Jalan Santai di Kecamatan Sangatta Selatan ini memang menjadi pilot projek pembudidayaan maggot yang juga sudah terintegrasi dengan pola peternakan terpadu yang dilakukan warga setempat.
”Di lokasi ini, selain sudah ada tempat pembudidayaan maggot, juga telah terintegrasi dengan pola peternakan, yakni ada budidaya ikan nila, budidaya ayam kampung, dan entok yang sudah dilakukan warga setempat. Karenanya lokasi ini kita jadikan pilot projek untuk sosialisasi sekaligus pelatihan budidaya maggot dan peternakan ayam kampung terpadu,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua SIGAP (Sinergi Generasi Produktif) Kutim, Bahtiar Bakri menyebutkan kolaborasi yang dilakukan Sigap Kutim ini merupakan bagian dari program road show atau promosi peternakan yang akan dilaksanakan di 18 kecamatan se-Kutai Timur.
”Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian road show peternakan yang dilakukan Sigap Kutim dan akan kita laksanakan di 18 kecamatan se-Kutai Timur. Kami berharap kolaborasi bersama Himapet Stiper Kutim ini menjadi pemicu agar pemuda di Kutai Timur mampu berkarya dan menghadirkan pelaku usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) di bidang peternakan terpadu,” ucap Bahtiar.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur, Purno Edi yang berkesempatan hadir untuk membuka kegiatan mewakili Bupati Kutai Timur, memberikan apresiasi yang tinggi pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pelatihan budidaya maggot dan peternakan ayam kampung terpadu yang diinisiasi Himapet Stiper dan Sigap Kutim.
”Mewakili pemerintah daerah, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiasi yang dilakukan Himapet Stiper dan Sigap Kutim sehingga kegiatan sosialisasi dan pelatihan budidaya maggot dan peternakan ayam kampung terpadu ini bisa terlaksana. Terima kasih kepada para sponsor yang mendukung kegiatan dan kepada seluruh warga dan peserta yang telah hadir untuk mengikuti sosialisasi dan pelatihan ini,” ucap Purno Edi.
Lanjut Edi, upaya mewujudkan swasembada pangan dan budidaya peternakan yang terpadu dan berkelanjutan tentu selaras dengan 50 program unggulan Pemerintah Kutai Timur, yakni mewujudkan Kutai Timur Tangguh, Mandiri dan Berdaya Saing.
”Melalui pelatihan budidaya maggot dan peternakan ayam kampung terpadu ini, kita berharap menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat yang berawal dari penguatan perekonomian keluarga. Pemanfaatan sampah organik rumah tangga yang dijadikan pakan maggot, dan kemudian maggot dipanen untuk dijadikan pakan ternak, tentu menjadi siklus peternakan berkelanjutan yang bisa mendatangkan keuntungan bagi warga selaku peternak mandiri, baik itu yang beternak ayam, bebek atau entok dan juga peternak ikan,” jelas Edi.
Lebih jauh Edi berharap, ilmu dan pengetahuan yang didapatkan dalam pelatihan budidaya maggot dan peternakan ayam kampung terpadu ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin diaplikasikan di lingkungan tempat tinggal.
”Saya berharap kegiatan ini mendatangkan manfaat besar bagi warga dan peserta pelatihan, serta nantinya dapat dipraktekkan di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Pengetahuan yang ada juga mohon ditularkan kepaada warga lainnya, sehingga benar-benar terwujud kemandirian dan swasembada pangan serta peningkatan perekonomian masyarakat khususnya di Kabupaten Kutai Timur,” pungkas Edi.(Adv/*/SK)










