Beranda kutim adv pemkab Peringatan Hari Ayah dan Ibu 2025, TP PKK Kutim Gelar Seminar Ketahanan...

Peringatan Hari Ayah dan Ibu 2025, TP PKK Kutim Gelar Seminar Ketahanan Keluarga

0

Loading

SUARAKUTIM.COM, SANGATTA – Pola pengasuhan yang berkualitas dengan adanya sinergi antara peran ayah dan ibu dalam sebuah keluarga, diyakini mampu mewujudkan sebuah keluarga yang juga berkualitas. Pentingnya peran ayah dan ibu dalam sebuah keluarga, berimbas pada tumbuh kembang anak dan keharmonisan keluarga. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kutai Timur, Siti Robiah dalam sambutannya pada pembukaan Seminar Ketahanan Keluarga yang digagas TP PKK Kutim, Senin (24/11/2025) di ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintahan Kutai Timur, Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta.

Mengangkat tema Sinergi Ayah Ibu Mewujudkan Pengasuhan Berkualitas untuk Kutai Timur Hebat, seminar ketahanan keluarga ini dalam rangka memperingati Hari Ayah Tahun 2025 yang jatuh pada 11 November 2025, serta memperingati Hari Ibu Tahun 2025 yang jatuh pada 22 Desember 2025 mendatang. Hadir dalam kegiatan ini, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kutim Noviari Noor, Pimpinan dan perwakilan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kutim, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kutim, serta pengurus dan anggota TP PKK dan DWP Tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa se-Kutai Timur.

”Kita semua tahu isu di Kutai Timur bahwa banyak sekali kejadian-kejadian (kekerasan dalam rumah tangga, red) yang sebenarnya tidak kita inginkan. Bahwa kejadian-kejadian itu bisa diminimalisir atau ditekan apabila di dalam rumah tangga itu kuat. Artinya peran ayah dan ibu bisa berjalan dengan baik, ayah dan ibu bisa memposisikan dirinya dengan baik di dalam sebuah keluarga,” sebut Siti Robiah di hadapan peserta seminar.

Lanjutnya, melalui kegiatan seminar ketahanan keluarga ini diharapkan mampu mengelola isu ”Fatherless” atau ketiadaan sosok ayah dalam kehidupan anak, baik secara fisik maupun emosional.

”Karena banyak sekali kita perhatikan bahwa pengasuhan itu diserahkan sepenuhnya kepada para Ibu. Padahal peran Ayah atau Bapak sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh anak-anak kita, baik itu pelukannya, sapaannya kepada anak. Klo Ibu, pasti sudah melakukannnya. Makanya para ayah harus lebih ”Care”, peduli kepada anak-anak dan juga kepada istri,” ucap Siti Robiah.

Kepedulian sosok ”Ayah” kepada anak dan istri, serta kepedulian sosok ”Ibu” kepada anak di dalam keluarga, dipastikan akan menghadirkan dampak yang baik kepada keharmonisan dan mental keluarga, sebagai wujud saling menyayangi, saling memberikan nasihat, saling memberikan perhatian. Sehingga anak-anak akan tumbuh menjadi sosok yang sehat, berakhlak mulia, berkarakter dan mental yang baik.

Lebih jauh Siti Robiah berharap adanya sinergitas antara TP PKK dengan setiap OPD di lingkungan Pemkab Kutim. Merujuk instruksi dan arahan pusat, PKK harus mampu bersinergi dengan setiap OPD dalam menjalankan 10 program PKK. Namun tentu saja tanpa arahan dari masing-masing OPD, maka TP PKK tidak bisa mengetahui ”Goals” yang diinginkan di masing-masing OPD tersebut.

”Kami (TP PKK Kutim, red) sudah melakukan MoU (Momorandum of Understanding) bersama sejumlah OPD di Kutim, sebagai upaya sinergitas antara PKK bersama OPD dalam singkronisasi 10 program PKK di masing-masing OPD. Kami berharap OPD Kutim yang telah MoU dengan PKK, bisa duduk bersama untuk sharing kegiatan-kegiatan sehingga kita bisa bekerjasama dan akhirnya akan memberikan manfaat dan nilai yang lebih besar lagi,” tutupnya.(Red-SK/ADV)