Ismu : Tol Balsam Berdampak Bagi Kutim
SANGATTA (17/12-2019)
Kehadiran Tol Samarinda Balikpapan (Balsam) yang diresmikan Presiden RI Joko Widodo di Km 38 Samboja - Kukar, diakui Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar mempelancar akses transportasi darat melalui jalan tol Samarinda-Balikpapan ini, perekonomian di Kutim.
Ismu ditemui di arena peresmian menyebutkan, Kutim memilikiu banyak objek vital nasional dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), tentu menjadi salah satu daerah penyangga strategis calon Ibukota Kota Negara (IKN) Indonesia di Kaltim. Dengan akses jalan tol, perkembangan daerah penyangga tentu akan semakin cepat.
Ismu mengaku senang dengan program Pemprov Kaltim yang akan membangun Tol Samarinda ke Bontang, karena jika pembangunan Tol Sambo ini terwujud akses ke Kutim lebih mudah lagi. “Sykur-syukur nanti ada tol lanjutannya yakni Bontang - Sangatta,” ungkap Ismu yang hadir bersama sejumlah kepala daerah lainnya.(SK8)
Tol Balsam Tuntas April 2020, Koda Istimewa Bagi Kaltim
SANGATTA (17/12-2019)
Selasa Tanggal 17 Desember 2019 menjadi hari bersejarah bagi Kaltim yang tak lama lagi menyambut HUT ke 63. Menjelang hari bersejarahnya, rakyat Kaltim bisa menikmati jalan bebas hambatan atau yang dikenal dengan Tol.
Jalan yang dibangun atas prakarsa Awang Faroek Ishak - Gubernur Kaltim ini, Selasa (17/12) siang diresmikan Presiden Joko Widodo. Acara yang ditunggu-tungu masyarakat ini digelar di KM 38 Samboja.
Tol Balsam yang diresmikan Presiden Jokowi yakni seksi II, III, dan IV yang sudah terhubung Samarinda dengan Samboja. “Meski hanya tiga seksi yang diresmikan namun panjangnya mencapai 58,7 kilometer dari total panjang 99,3 kilometer. Adapun dua seksi yang masih dibangun yaitu seksi I dan seksi V,” terang Presiden sebelum menekan tombol serine.
Dihadapan ratusan undangan termasuk Sultan Kutai Kartanegara in Martapura, presiden menyatakan 2 seksi lagi, segera dirampungkan. “Dua seksi yang belum selesai, Insya Allah bulan April nanti sudah selesai,” kata Presiden Jokowi.
Tol Balikpapan-Samarinda ini merupakan tol pertama di Pulau Kalimantan. Dengan dibangunnya jalan tol tersebut, Presiden berharap kecepatan dan efisiensi bagi mobilitas orang maupun barang bisa didapatkan.
“Selama ini dari Balikpapan-Samarinda, Samarinda-Balikpapan itu memakan waktu kurang lebih 3 jam, 6 jam PP, bila menggunakan jalan tol yang ada sekarang ini paling 1 jam atau 1 jam seperempat. Sehingga sekali lagi, kecepatan, efisiensi itu betul-betul bisa kita dapatkan," ungkap presiden yang hadir mengenakan kemeja putih lengan panjang.
Menurut Kepala Negara, Tol Balsam memperlancar konektivitas antara dua pusat pertumbuhan di Kalimantan Timur yakni Samarinda dan Kota Balikpapan, yang merupakan kota kegiatan ekonomi bisnis.
Selain itu, mendorong pengembangan kawasan-kawasan produksi, seperti industri di sektor kelapa sawit, komoditas batu bara, minyak, gas, dan komoditas pertanian yang terhubung langsung dengan kawasan distribusi. “Juga mempercepat akses masuk ke kawasan inti ibu kota negara baru nantginya pada 2020 akses jalan menuju kawasan ibu kota baru mulai disiapkan dan terkoneksi dengan jalan tol Balikpapan-Samarinda,” beber Presiden.
Menandai mulai dioperasikannya Tol Balsam, presiden didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor serta Irwan anggota DPR-RI dari Komisi V secara bersamaan menekan tombol serine.
Usai meresmikan, Presiden meninjau gerbang tol dan menjawab pertanyaan wartawan sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi IKN di Sepaku PPU.(SK8)
Presiden 2 Hari Berada di Kaltim
SANGATTA (17/12-2019)
Kemana dan apa saja yang akan dilakukan Presiden Jokowi, selama 2 hari di Kaltim akhirnya terjawab sudah setelah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Selasa (17/12) mengeluarkan relis.
Dalam siaran pers yang diterima Biro Humas Pemprov Kaltim, Presiden disertai sejumlah menteri akan meresmikan Tol Balikpapan - Samarinda (Balsam) di KM 38 Samboja - Kukar.
Sebelumnya, Presiden akan bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat, agama dan adat, sebelum menuju Pintu Gerbang Tol Balsam. Kepala Biro Humas Pemprov Kaltim, M Syafranuddin, menerangkan rangkain kunjungan Presiden di Kaltim berlangsung Selasa dan Rabu. “Hari pertama di Kaltim ada tiga agenda yakni Peresmian Tol Baslam serta Peninjaun Lokasi IKN serta bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat,” terangnya, Selasa (17/12) pagi.
Terkait lokasi IKN, Jubir Pemkab Kutim ini menyebutkan berada di kawasan konsesi hak pengusahaan hutan (HPH) PT ITCI Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Berdasarkan relis Istana, disebutkan selama di Kaltim, Presiden Jokowi didampingi
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Menteri Kehutanan dan LH - Siti Nurbaya Bakar.(SK8)
Seminggu Lagi Kas Tutup, TPP dan Gaji TK2D Jadi Topik Panas
SANGATTA (16/12-2019)
Masalah TPP atau insentif PNS dan gaji TK2D yang tersisa menjadi topik hangat di kalangan pegawai Pemkab Kutim, bahkan kedua topi itu menjadi hal penting pada coffe mornig Pemkab Kutim, Senin (16/12). Dalam rapat yang dipimpin Wabup Kasmidi Bulang, semua OPD melaporkan aktifitas masing-masing terutama soal keuangan.
Masalah yang urgen dibahas yakni Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) atau insentif bagi ASN dan honor TK2D bulan November–Desember, selain itu Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), Bantuan Keuangan (Bankeu) baik Pemprov maupun dari pemerintah pusat serta kewajiban kepada pihak ketiga.
“Sekarang ini waktunya tinggal 2 pekan, karena itu informasi yang jelas dan akurat dari OPD terkait realisasi anggaran 2019,” kata Kasmidi.
Menurut Kasmidi, apa yang diprogramkan harus dikawal dan jangan sampai ada kendala sehingga realisasinya tertunda. Iapun minta, OPD yang menerima Bankeu segera melaporkan realisasi anggaran pengelolaannya dengan menyiapkan kelengkapan berkas yang diperlukan untuk diproses di BPKAD.
Sekretaris Badan pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD), Hamdan menjelaskan bahwa permohonan pembayaran insentif ASN dan honor TK2D dua bulan terakhir sudah diproses secara administrasi. “Statusnya saat ini Pemkab Kutim masih menunggu dana transfer dana dari pusat,” terangnya.
Dijelaskan Hamdam. Masih ada waktu 2 minggu dan proses admnistrasinya sudah lengka dan secara adminsitratif ditunggu hingga 31 Desember 2019. Terkait, DD dan ADD dijelaskannya sudah mencapai 100 persen untuk ADD tahap pertama yang mencapai 139 desa, sedangkan tahap kedua sudah 135 desa, dan tahap tiga ada 114 desa. “Untuk tahap empat baru 28 desa yang memasukan berkas,” bebernya.
Terkait DD, Kemudian untuk DD tahap pertama 137 desa, tahap dua sudah 136 desa, tahap tiga sudah 101 desa masih 38 desa yang belum. Tahap empat sudah ada beberapa desa yang memasukkan berkasnya ke BPKAD dan sudah proses, tinggal menunggu porses transfer pusat.
“Kepada desa yang belum dibayarkan, segeralah melengkapi berkasnya. Masih ada tenggat waktu 2 minggu kedepan,” tegas Hamdan.
Sementara anggaran Bankeu baik Provinsi maupun Pusat hingga triwulan empat ini sudah terelisasi 40 persen. Jelang akhir tahun, sambung Hamdan, angka itu ini biasanya cepat berubah.
“Karena kebiasaan rekanan di OPD yang menerima Bankeu umumnya merealisasikan dimasa- masa akhir tahun anggaran berjalan,” terang Hamdan.(SK2)
Bandara APT Pranoto Kembali Beroperasi
SANGATTA (15/12-2019)
Masyarakat Ibu Kota Negara (IKN) baru di Bumi Etam Kaltim, khususnya Samarinda akan siap-siap menyambut libur Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru)...
Akses Jalan Hambat Pariwisata Desa Benhes
MUARA WAHAU (15/12-2019)
Desa Benhes (Bea Nehes) Kecamatan Muara Wahau Kabupaten Kutai Timur, salah satu dari 18 desa di Kutim terpilih...
Catatan Karo Humas Kaltim (7): Peler Kambing dan Kolak Pisang Ada...
SEBAGAI negara tropis, sama dengan Indonesia, di Republik Seychelles yang berada di Samudra Hindia, terdapat sejumlah tanaman sama dengan Indonesia seperti timun, lombok, terong, pepaya, tomat dan pisang.
Kalau bicara kelapa tentu sama hanya saja kelapanya kecil-kecil, sementara pohon pisang yang ada rata-rata rendah, namun buahnya tak jauh berbeda. Tak heran, banyaknya buah - buah yang hidup di negara tropis ini ada di Seychelles.
Kantong buah dan sayur di Republik Seychelles ini ternyata di Pulau Parslin, surga kecil di Samudra Hindia. Dipulau yang banyak dikunjungi wisatawan ini, beragam buah-buah tropis dijual di toko-toko kecil.
Ketika saya bertandang ke sebuah warung di Parslin, pandangan saya tertuju kelompok buah dan sayur. Pasalnya di kelompok ini, beragam sayur dijual termasuk buah - buah yang kerap dijual banyak di Indonsi terlebih-lebih di Kaltim seperti pisang muli dan pisang kepok.
Ketika ditanya asal buah-buah dan sayur, pemilik toko menyebutkan diperoleh dari warg sekitar yang memang mempunyai kebun. “Semua milik warga Parslin, mereka tanam sendiri di pekarangannya,” terang sang pemilik warung ketika saya menanyakan asal pisang Muli yang kerap menjadi buahj penutup makan.
Sebagai negara yang tergolong berhasil di sektor pariwisata, bayangkan saya dan kebanyakan wisatawan tentu saja apa yang disajikan restoran di Parslin tentu bergaya-gaya makanan khas dunia barat.
Itu tiada lain, ketika kami semua menyelesaikan makan siang oleh pengelola Restoran Pirogue, diminta tetap bertahan karena mereka akan menyajikan makanan penutup yang disebut-sebut makanan istimewa.
Kue yang ditempatkan di meja panjang, dari kejauhan tampak seperti makanan biasa bahkan terlihat kehitam-hitaman dan ukuranya sebesar gepal tangan bayi. Makanan yang disebut kue istiewa itu, semula tak banyak dilirik namun ketika satu dua orang mulai mencoba ternyata apa yang disajikan tiada lain kue Peler Kambing yang banyak dijual di Kaltim, dan kolak pisang.
Mengetahui apa yang disajikan ternyata Peler Kambing dan Kolak Pisang, sontak rombongan Pemprov Kaltim tertawa terbahak-bahak. “Peler Kambing sampai juga di Samudra Hidia,” kata saya seraya berlalu menuju mobil yang akan membawa kami pulang ke pelabuhan.(Syafranuddin/Habis)
Lewat Dewan Hakim Diharapkan Duta Kutim di MTQ Kaltim Berjaya
SANGATTA (14/12-2019)
Dewan Hakim MTQ diakui Bupati Kutim Ismunandar mempunyai peran besar dalam penentuan peserta terbaik. Keputusan dewan hakim MTQ, tidak saja dipertanggungjawabkan kepada publik atau pemerintah tetapi kepada Allah SWT. Ungkapan itu, disampaikan Bupati Ismunandar usai melantik dewan hakim MTQ Kutim tahun 2019, Jumat (13/12) kemarin. Menurut Ismu, pelantikan Dewan Hakim MTQ bukan kegiatan seremonial biasa, namun berdampak terhadap MTQ. “Objekfitas penilaian peserta ada di dewan hakim, hasilnya tentu akan di bawa ke tingkat provinsi bahkan nasional. Tentu dengan kita menyeleksi dengan profesionalitas akan menghasilkan juara-juara yang berkualitas,” sebut Ismu.
Kepada dewan hakim Ismu juga berpesan, bertugas tugas sesuai dengan stanbdar dan ilmu yang dimiliki karena apa yang dihasilkan berdampak terhadap persiapan Kutim mempersiapkan qari dan qariah yang bisa menjadi duta Kaltim. “Alhamdulillah tahun ini tidak ada peserta yang tidak bisa ikut berlaga, persiapan matang membuahkan hasil karena itu mari buktikan pembinaan kita sendiri. Apalagi pada MTQ tingkat provinsi Kutim di peringkat 6 naik 2 tingkat. Untuk itu mari kita siapkan untuk MTQ provinsi 2020 di Bontang dengan matang,” pesannya.
Dewan hakim yang dilantik Bupati Ismunandar sebanyak 79 orang dari 69 orang dewan hakim dan 10 orang panitia yang diketahui Muhammad Ramli, sebagai tanda pelantikan, melalui Muhammad Ramli dikenakan jubah dewan hakim yang akan dipergunakan selama MTQ berlangsung. (SK4)
Pemkab Terus Tingkatkan Sarana Pendidikan
SANGATTA (14/12-2019)
Bupati Kutim Ismunandar menandaskan ia bersama Kasmidi Bulang terus menuntaskan pemenuhan dasar masyarakat, terlebih menjelang berakhirnya masa tugas mereka. Kebutuhan dasar yang akan dituntaskan, kata Ismu, yakni penyediaan air bersih,listrik, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. Ia menyebutkan, layanan kebutuhan air bersih hingga Oktober 2019 mencapai 63 persen di luar program SPAMDES dan Pamsimas, sedangkan infrasturktur terutama peningkatan kualitas jalan dan pembangunan jalan baru, menjadi prioritas dan terus dilakukan. Selama 5 tahun total jakanb yang ditingkatkan kualitasnya mencapai 1.105,6 Km. “Tahun depan prioritas penyelesaian jembatan di Sangatta Selatan karena sangat strategis untuk memudahkan mobilisasi masyarakat di sekitar wilayah tersebut, juga mendorong peningkatan roda perekonomian,” jelasnya,
Di sektor pendidikan, Pemkab Kutim mempunyai program Kutim Cerdas, Merata Prestasi Gemilang (Cemerlang) dimana biaya pendidikan mulai tingkat SD hingga Perguruan Tinggi gratis. “Kita ingin anak-anak Kutim berkualitas, orang tuanya tidak lagi mikirkan biaya sekolah anaknya,” tandas Ismu yang belum lama ini menerima pengghargaan Ki Hajar Award.
Ismu ikut bangga dengan sikap sejumlah perusahaan seperti PT KPC, Pertamina yang ikut dalam mencerdaskan bangsa terutama memberi bea siswa serta menunjang sarana dan prasarana pendidikan yang akhirnya bermanfaat bagi guru dan siswa. “KPC aktif menyediakan dana untuk bea siswa, selain itu juga banyak membantu sekolah-sekolah berupa sarana dan prasarana pendidikan,” bebernya.(SK3)
APBD Kutim TA 2019 Semester Pertama Bagus
SANGATTA (14/12-2019)
Catatan pelaksanaan APBD Kutim Tahun Anggaran 2019, dinilai BPK Kaltim baik. Wakil Bupati (Wabup) Kutiim, Kasmidi Bulang bersama Wakil Ketua DPRD Kutim Arfan usaia menerima Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I 2019 dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja dan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu Tahun 2019 menerangkan IHPS dan LHP Semester I 2019 sudah sesuai prosedur.
“Dalam penyajian laporan keuangan yang baik menjadi komitmen dan kerja keras semua pihak di Pemkab Kutim. Sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan dan peraturan yang berlaku,” terang Kasmidi usaia menerima dokumen penting dari Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kaltim, Dadek Nandemar, Jumat (13/12) sore kemarin.
Dalam acara yang dihadiri Wagub Hadi Mulyadi, Kasmidi bersyukur Kutim bisa melaksanakan pengelolaan keuangan dengan baik. Menuruitnya apa yang diraih Kutim, berkat perjuangan bersama bagaimana mengelola keuangan dan anggaran dengan prinsip akuntansi yang benar. “Semoga prestasi ini terus dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi,” ujar Kasmidi.
Ia mengakui, permasalahan keuangan timbul akibat ketidakpatuhan dan ketidaktaatan pada aturan atau prinsip – prinsip pengelolaan anggaran yang baik sehingga dapat mengakibatkan kerugian negara, kekurangan penerimaan serta permasalahan hukum yang diakibatkan penyimpangan administrasi.
“Kaliu terjadi permasalahan ketidakpatuhan pada saat proses pemeriksaan, entitas yang diperiksa harus menindaklanjutinya hingga tuntas, jangan sampai tertunda. Caranya dengan penyerahan barang/jasa atau menyetor ke kas negara atau daerah,” ungkapnya tentang keberhasilan Kutim dalam meraih predikat WTP dari BPK.
Kepala BPK RI Kaltim Dadek Nandemar menyebutkan instansinya berupaya mengawal pembangunan di Benua Etam. Dalam pengelolaan keuangan dan anggaran yang tepat sasaran, akuntabel, efisien dan efektif oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten serta kota.
“BPK terus mengedukasi seluruh pemerintah kabupaten kota dan provinsi agar lebih baik dalam pengelolaan keuangan. Dengan harapan menghasilkan laporan yang akuntabel, tepat sasaran, efektif dan efisien. Berpedoman pada prinsip – prinsip akuntansi pemerintah. Hasil laporan tiap daerah bisa mempengaruhi penilaian meraih opini WTP,” bebernya dalam acara yang dihadiri semua Kepala Daerah se Kaltim.(SK8)











