Beranda kutim adv pemkab Trend ISPA Meningkat Tiga Triwulan Akhir 2026, Diperparah Kemarau dan Kabut Asap

Trend ISPA Meningkat Tiga Triwulan Akhir 2026, Diperparah Kemarau dan Kabut Asap

0
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur, dr. Yuwana Sri Kurniawati

Loading

KUTAI TIMUR – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur mencatat adanya peningkatan tren kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang Januari hingga Agustus. Kenaikan tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap dan kemarau yang berlangsung.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim , dr. Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan peningkatan kasus ISPA terlihat terutama pada Mei. Sementara itu, data September masih dalam proses berjalan sehingga belum dapat menggambarkan tren secara keseluruhan.

“Tren kami mulai Januari sampai Agustus ini, September masih berjalan. Itu tren ada kenaikan terutama di Mei,” ujar Yuwana saat ditemui di ruang kerjanya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan telah menerbitkan surat edaran pada 31 Agustus mengenai kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap penyakit sensitif iklim.

Menurutnya, kondisi kabut asap perlu diantisipasi karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya warga yang terpapar asap dan mengalami gangguan pernapasan.

“Kami juga menyiapkan sejumlah kebutuhan untuk menghadapi potensi dampak kesehatan akibat kondisi tersebut. Di antaranya masker untuk masyarakat serta vitamin bagi petugas yang bertugas di lapangan.

“Kita harus selalu siap selain kabut asap ya, dari sisi kesehatan misalnya ada warga yang memang terpapar asap dan sebagainya,” katanya.

Ia menambahkan, kebutuhan masker dan perlengkapan lainnya telah direkap dari seluruh kecamatan. Pengajuan kebutuhan dapat dilakukan melalui puskesmas. Masyarakat atau pihak di tingkat kabupaten juga dapat mengajukan kebutuhan secara langsung kepada Dinas Kesehatan.

Yuwana mengimbau warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar asap agar segera mendapatkan pelayanan di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Terkait penyebab peningkatan kasus ISPA, Dinas Kesehatan belum menyimpulkan adanya kaitan dengan faktor tertentu dan masih perlu melihat data lebih lanjut.(Adv/*/SK)