![]()
KUTAI TIMUR – Untuk kesekian kalinya, upaya mediasi penyelesaian tapal batas antara Kabupaten Kutai Timur dengan Kabupaten Berau kembali kandas. Kegiatan rapat fasilitasi batas daerah Kabupaten Kutai Timur dengan Kabupaten Berau yang dijadwalkan terlaksana pada Senin, 28 September 2026, kemarin di Ruang Rapat Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, batal dilaksanakan.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan kekecewaannya. Pasalnya, dirinya bersama sejumlah sejumlah pejabat dan staf sudah hadir dan menunggu di lokasi kegiatan, namun akhirnya agenda rapat dibatalkan dengan alasan pihak Kabupaten Berau tidak kunjung datang.
”Saya kemaren sudah siap di Samarinda untuk menyelesaikan batas Kutim-Berau, ternyata dibatalkan lagi karena Berau tidak hadir, akhirnya kami langsung kembali ke Sangatta,” ucap Bupati Ardiansyah saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Reforma Agraria di Ruang Damar, Gedung Serba Guna (GSG) Perkantoran Pemerintah Kutim, Bukit Pelangi, Sangatta, Selasa (29/9/2026).
Lanjutnya, kondisi permasalahan tapal batas antara Kutim-Berau ini menunjukkan bahwa sejak awal Kabupaten Kutai Timur berdiri di Tahun 2009, persoalan tata batas wilayah di antara kedua kabupaten berdampingan tersebut belum pernah terselesaikan dengan baik. Meskipun di lapangan, batas-batas tersebut terlihat jelas, terutama pada hak-hak kepemilikan lahan di masyarakat.
”Di satu sisi, ini juga menunjukkan bahwa tata batas kita dengan daerah Berau masih belum selesai sejak awal Kutai Timur ini berdiri, meskipun di lapangan batas-batas tersebut terlihat jelas, terutama pada hak-hak kepemilikan tanah di masyarakat yang bermukim di perbatasan kedua daerah,” sebut Ardiansyah.
Sebagaimana diketahui, proses penyelesaian tapal batas antara Kabupaten Kutai Timur dengan Kabupaten Berau yang telah dilakukan berulang kali dilakukan mediasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), terus mengalami kebuntuan dan tidak ada menemui kata sepakat.
Setiap tahunnya rapat fasilitasi dilakukan oleh Pemprov Kaltim, namun hingga kini belum juga terlihat hasil positif. Padahal kedua belah pihak masing-masing sudah melakukan kajian akademis dan survey lapangan.(Adv/*/SK)







