![]()
KUTAI TIMUR – Sekolah Tinggi Pertanian (Stiper) Kutai Timur kembali mencatatkan sejarah dengan mewisuda sebanyak 65 sarjana (Strata 1), dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan ke-20 Sekolah Tinggi Pertanian (Stiper) Kutim Tahun 2026, bertempat di Ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Komplek Perkantoran Pemerintah Kutim, Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (7/10/2026).
Tampak hadir dalam kegiatan ini, Ketua Stiper Kutim, Dr. Ismail Fahmy Almadi beserta seluruh anggota senat Stiper Kutim, Asisten Administrasi Umum dan Keuangan Pemkab Kutim Idham Chalid, Forkopimda Kutim, Pimpinan OPD di Lingkungan Pemkab Kutim, Ketua PMI Kutim Kasmidi Bulang, para orang tua wisudawan serta tamu undangan.
Wakil Ketua I Bidang Akademik Stiper Kutim, Kahar dalam laporan akademinya menyebutkan jika wisuda sarja ke-21 Stiper Kutai Timur diikuti sebanyak 65 orang wisudawan dan wisudawati dari lima program studi (Prodi). Para lulusan tersebut telah menyelesaikan proses pendidikan dan tugas akhir sesuai ketentuan akademik yang berlaku di lingkungan Stiper Kutai Timur. Kelima program studi yang meluluskan peserta adalah Program Studi Agroteknologi, Kehutanan, Teknik Pertanian, Ilmu Kelautan, dan Peternakan.
”Keragaman bidang keilmuan ini menunjukkan mandat akademik Stiper Kutai Timur dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia yang diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan pertanian, kehutanan, rekayasa pertanian, kelautan, peternakan dan agribisnis,” ucapnya.
Lanjut Kahar, dari 65 peserta wisuda kali ini ada tujuh orang mahasiswa meraih predikat cumlaude, yakni 4 mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi, Prodi Peternakan sebanyak 1 orang, dan Prodi Agroteknologi Konsentrasi Studi Agribisnis sebanyak 2 orang mahasiswa. Sedangkan 58 mahasiswa lainnya mendapatkan predikat sangat memuaskan.
Pada pelaksanaan wisuda ini, Indek Prestasi Kumulatif (IPK) per rata-rata masing-masing wisudawan dari setiap program studi, yakni Prodi Agroteknologi rata-rata memiliki indek prestasi kumulatif sebesar 3,55, Prodi Kehutanan sebesar 3,70, Teknik Pertanian sebesar 3,41, Ilmu Kelautan sebesar 3,44 Prodi Peternakan sebesar 3,83, Prodi Agroteknologi Konsentrasi Studi Agribisnis sebesar 3,62. Sedangkan IPK rata-rata untuk tingkat sekolah adalah 3,56 dan lama studi rata-rata mahasiswa yakni 3,5 tahun hingga 4,11 tahun. Dari 65 peserta wisuda Stiper Kutim kali ini, telah ditetapkan satu lulusan terbaik wisudah angkatan ke-21 Tahun 2026, yakni wisudawati bernama Dwi Mawarningsih dari Prodi Agroteknologi dengan IPK 3,97 dan lama studi 3,7 tahun, serta mendapatkan predikat Cumlaude.
Sementara itu, Ketua Stiper Kutim, Dr. Ismail Fahmy Almadi dalam sambutannya mengingatkan jika pelaksanaan wisuda buka hanya sekedar s eremoni penyerahan ijazah, melainkan sebuah titik awal peretanggung jawaban moral ilmu pengetahuan.
”Kepada masyarakat, sebagai perguruan tinggi yang berada di jantung Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Kutai Timur, Sekolah Tinggi Pertanian (Stiper) Kutai Timur memikul misi yang tidak ringan namun amat mulia, fokus terhadap pengembangan ilmu-ilmu pertanian terutama pengolahan lahan pasca tambang dan optimalisasi lahan marginal,” sebut Fahmy.
Lanjut Fahmy, disadari bahwa tantangan ekologis dan ekonomi di Kutai Timur kian kompleks, dengan adanya lahan-lahan bekas tambang dan kawasan marginal yang membutuhkan sentuhan inovasi, sains dan tangan-tangan terampil.
”Kita sadari bahwa tantangan ekologis dan ekonomi di Kutai Timur kian kompleks, dengan adanya lahan-lahan bekas tambang dan kawasan marginal yang membutuhkan sentuhan inovasi, sains dan tangan-tangan terampil yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Di sinilah para lulusan Stiper ditantang untuk bisa membangun dan sudah melewati masa pendidikan di kampus tercinta kita,” ucapnya.
Lebih jauh Fahmy berpesan, bahwa gelar sarjana yang saat ini telah melekat pada masing-masing wisudawan dan wisudawati adalah amanah. Mengutip sebuat ayat di dalam Al-Qur’an, dirinya menyebutkan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang berilmu pengetahuan satu derajat di atas rata-rata manusia biasa. Namun yang menjadi tantangannya adalah tidak boleh sombong.
”Selama ini kalian hidup dan tidur di kampus, kini saatnya berbaur dan mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang siudah kamian dapatkan kepada masyarakat Kutai Timur. Gelar sarjana yang melekat di nama-nama kalian adalah amanah. Di dalam Al-Qur’an yang dibacakan tadi, Allah akan mengangkat derajat orang-orang berilmu pengetahuan satu tingkatan derajat dari manusia biasa. Namun yang menjadi tantangannya adalah jangan sombong. Karenanya buatkan masyarakat bahagia dengan keberadaan kalian dan jadilah pelopor perubahan di tengah masyarakat,” pungkas Fahmy.(Adv/*/SK)







