![]()
KUTAI TIMUR – Sebanyak 65 wisudawan Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur dituntut untuk kreatif dalam menghadapi kondisi kekinian masyarakat dan daerah, serta tetap mengedepankan keberpihakan kepada petani dan masyarakat. Hal ini disampaikan Asisten Administrasi dan Keuangan (Adminkeu) Pemerintah Kutai Timur (Kutim), Idham Cholid dalam sambutannya mewakili Bupati Kutim dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana angkatan ke-21 Sekolah Tinggi Pertanian (Stiper) Kutim Tahun 2026, bertempat di ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Komplek Pemerintahan Kutai Timur, Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (7/10/2026).
Di hadapan wisudawan dan wisudawati serta hadirin rapat senat terbuka, Idham menyebutkan bahwa ketergantungan pada sektor pertambangan yang tidak terbarukan harus mu;ai dikurangi secara bertahap. Pertanian dalam arti luas mencakup ketahanan pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan sektor produktif lainnya harus menjadi pondasi utama perekonomian Kutai Timur di masa depan.
“Kunci utamanya terletak pada hilirisasi. Hasil Pertaniankita tidak boleh lagi dijual mentah, melainkan harus diolah di daerah kita sendiri agar menjadi nilai tambah yang tinggi bagi perekonomian local. Hari ini saya ingin mengingatkan kembali jati diri STIPER Kutai Timur. Kampus ini lahir dari sebuah cita-cita besar, melahirkan sarjana-sarjana pertanian unggul yang siap membangun dan memajukan Kutai Timur,” sebut Idham.
Tidak hanya itu, para sarjana juga dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi kekinian. Kehadiran perangkat canggih hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), harus lah dihadapi dan dimanfaatkan secara bijak demi kemajuan dan perkembangan pertanian yang tidak mengesampingkan keberpihakan kepada petani di lapangan.
”Kita telah memasuki era pertanian4.0 menuju 5.0. Saatnya saudara-saudara memanfaatkan teknologi, pengelolaan data, penggunaan drone, otomasi, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Namun ingat, AI dan teknologi adalah alat bantu, bukan pengganti peran manusia. Gunakan teknologi dengan kreativitas, etika dan keberpihakan yang nyata kepada para petani di lapangan,” ujarnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Idham mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati Stiper Kutim, serta menyampaikan terima kasihnya kepada segenap civitas akademi Stiper Kutim atas dedikasi tanpa henti dalam mencetak SDM unggul, adaktif dan berdaya saing bagi Kutai Timur. Dirinya juga berpesan agar lulusan Stiper Kutim tidak hanya berfokus dalam mencari pekerjaan, tetapi harus mampu berinovasi dalam membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja baru.
”Jangan hanya menjadi generasi yang hanya menyaksikan perubahan Kutai Timur. Jadilah generasi yang menentukan ke mana Kutai Timur bergerak, dari daerah yang kaya sumber daya alam menjadi daerah yang kaya akan sumber daya manusia, teknologi, pangan, dan nilai tambah,” pungkasnya.(Adv/*/SK)







